ARTIKEL ILMIAH (1)
GAYA HIDUP PENJEMPUT
KEMATIAN
Ayu
Lilyana Nuridah
D-IV Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes
Malang
ayulilyana1@gmail.com
Abstrak.
Tidak bisa dipungkiri bahwa kehidupan setiap individu pasti tidak lepas dari
gaya hidup manusia itu sendiri. Gaya hidup mencerminkan bagaimana seseorang
menjaga kualitas tubuhnya. Berawal dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang kemudian
tumbuh menjadi gaya hidup seseorang. Tidak sedikit masyarakat yang mengabaikan
arti penting bergaya hidup sehat. Banyak dari masyarakat tidak sadar bahwa
kebiasaan buruk yang sudah menjadi gaya hidup dapat mengantarkan kepada
kematian. Gaya hidup tidak sehat tentu mengakibatkan
berbagai masalah kesehatan, mulai dari penyakit ringan sampai berat. Bertekad
untuk meninggalkan kebiasaan buruk dan menjalani gaya hidup sehat adalah
satu-satunya solusi untuk menghadapi berbagai masalah kesehatan. Ketika mampu
menerapkan gaya hidup sehat, angka kematian di Indonesia tentunya akan sedikit
berkurang. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberi informasi kepada pembaca bahwa
gaya hidup sangat mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Banyak dari kebiasaan
hidup yang tidak disadari dapat menimbulkan berbagai penyakit. Maka dari itu,
gaya hidup sehat harus dibiasakan sejak masa kanak-kanak.
Kata
Kunci: gaya hidup sehat, kebiasaan, penyakit, kematian, kualitas tubuh
Kehidupan manusia tentu tidak lepas dari gaya hidup manusia
itu sendiri. Keadaan alam dan sosial tentu mempengaruhi gaya hidup orang yang
tinggal di dalamnya.
Gaya hidup adalah pola hidup seseorang di dunia yang
diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya (Kotler, 2002:192). Minor
dan Mowen (2002:282) menyatakan bahwa gaya hidup menunjukkan bagaimana orang
hidup, bagaimana membelanjakan uang, dan bagaimana mengalokasikan waktu mereka.
Sedangkan menurut Suratno dan Rismiati (2001:174), “Gaya hidup adalah pola
hidup seseorang dalam dunia kehidupan sehari-hari yang dinyatakan dalam
kegiatan, minat dan pendapat yang bersangkutan”. Dari beberapa opini diatas,
penulis berpendapat bahwa gaya hidup
menggambarkan “keseluruhan diri seseorang” dalam berinteraksi dengan
lingkungannya dan menunjukkan seberapa besar kualitas tubuh seseorang
tersebut. Tanpa disadari, kesibukan aktivitas
membuat banyak orang melalaikan kebutuhan dasarnya, yakni hidup sehat.
Sebuah survei menunjukkan bahwa hanya sebagian atau 50 persen pekerja yang menerapkan gaya
hidup sehat (Jakarta Professional Health
Index, 2015). Menurut Agus Setio Joewono (2015), “96 persen responden
mengakui tingkat kesehatan mempengaruhi karir. Tetapi, hanya 50 persen yang
menjalankan gaya hidup sehat”. Survei itu melibatkan 1000 orang berumur antara 25 sampai 45 tahun sebagai responden. Agus Setio Joewono (2015)
menyatakan bahwa sekitar 59,8 persen responden mengaku tidak memiliki waktu
luang untuk melakukan gaya hidup sehat. Sementara 35,4 persen lainnya mengaku
terlalu sibuk. Menurut hasil, kesibukan merupakan faktor utama para responden
tidak menjalankan gaya hidup sehat.
Dengan adanya latar belakang di atas
maka penulis ingin membahas tentang aplikasi gaya hidup tidak sehat dalam
kehidupan sehari-hari yang sering tidak disadari yang dapat memicu kematian,
beserta bahaya dari kebiasaan-kebiasaan tersebut.
Sering
Bangun Kesiangan
Bangun
kesiangan sudah menjadi hal yang biasa bagi kebanyakan orang. Sering bangun
kesiangan dapat menyebabkan berbagai masalah tubuh, seperti sering merasa lesu dan
pusing yang dirasakan setelah bangun siang.
Semangat
pagi tidak akan didapatkan ketika bangun siang. Selain itu, buang air besar dan
melewatkan jam sarapan juga beberapa kerugian bangun siang. Pukul 05.00 sampai
07.00 pagi adalah waktu untuk membersihkan tubuh dari segala macam kotoran dan
racun yang tidak sengaja masuk ke dalam tubuh atau biasa disebut de-toxin. Maka dari itu, bangun
kesiangan sama saja membiarkan berbagai macam kotoran dan racun tetap tinggal di
tubuh. Hal inilah yang menyebabkan seseorang mudah terkena penyakit.
Tidak Sarapan
Data (home.bt.com) menyatakan bahwa berdasarkan
laporan Centers for Disease Control, diketahui anak-anak sekolah yang
tidak sarapan mengalami penurunan kemampuan untuk memecahkan masalah di usia
sekolah. Sedangkan siswa yang rutin sarapan mendapatkan nilai tinggi dalam skor
tes standar, lebih disiplin, dan jarang absen. Berdasarkan hal tersebut,
cukup menjelaskan bahwa tidak sarapan termasuk gaya hidup yang tidak sehat bagi
kelangsungan aktivitas sehari-hari.
Kurang Minum Air
Putih
Tidak
membiasakan diri untuk meminum air putih, akan mempengaruhi kesehatan
seseorang, seperti menganggu fungsi otak dan ginjal, infeksi kandung kemih,
kulit tampak kusam, dan gangguan kesehatan lainnya. Hakekat manusia itu sendiri adalah terdiri dari 60% kandungan air, sehingga ketika seseorang tidak minum air dalam jumlah yang cukup sama saja dengan bergaya hidup tidak sehat. Maka
dari itu, minum air putih 6 sampai 8 gelas per hari menjadi sebuah keharusan.
Fungsi
air dalam tubuh manusia itu cukup banyak, seperti untuk menjaga kesegaran
tubuh, membantu kelancaran sistem pencernaan, mengeluarkan racun dari dalam
tubuh lewat keringat dan urin, sebagai katalisator, pengatur suhu tubuh, dan
berfungsi sebagai pelarut serta penyedia elektrolit dan mineral yang dibutuhkan
oleh tubuh.
Makan Gorengan
Gorengan
tentu sudah biasa dikalangan masyarakat Indonesia. Camilan gurih dan renyah ini
menjadi primadona di Indonesia. Namun, siapa sangka kalau gorengan mengandung
bahan pemicu kanker. Makanan yang mengandung banyak karbohidrat, seperti
kentang, jika telah digoreng dapat merangsang pembentukan senyawa
karsigonogenik, yaitu bahan pemicu kanker, bernama akrilamida (Eden Tareke,
Stockhlom University). Makanan lain yang digoreng seperti roti, biskuit,
daging, dan ikan juga mengandung akrilamida. Selain itu, makanan di
restoran-restoran cepat saji seperti potato chip, french
fries disebut yang paling buruk. Zat akrilamida merupakan zat kimia
berbahaya yang diduga menyebabkan kanker.
Tidur Terlalu
Lama
Kebiasaan
tidur terlalu lama sangat buruk bagi kondisi fisik tubuh seseorang. Dengan tidur terlalu lama dapat menyebabkan
gangguan fisik seperti sakit kepala, konsentrasi menurun, sakit jantung,
depresi, dan sakit punggung.
Tidur Larut Malam
Tidur
larut malam mendekatkan kita pada kematian. Hasil penelitian dari Warwick
Medical Scholl yang di publikasikan dalam European
Heart Journal menjelaskan bahwa tidur kurang dari 6 jam setiap malam dapat
menyebabkan tingkat resiko kematian akibat stroke naik hingga 15%, dan resiko
kematian akibat serangan jantung meningkat sebanyak 50%.
Whitehall
(2007) menyatakan bahwa seseorang yang tidur kurang dari 5-7 jam sehari
mengalami kenaikan risiko kematian, selain itu juga meningkatkan risiko
kematian 2 kali lipat akibat penyakit kardiovaskuler.
Makan Mie Instan
Berlebihan
Mie Instan banyak mengandung
zat-zat yang cukup berbahaya bagi kondisi fisik tubuh. Salah satu zat dalam mie
instan adalah natrium (Na) yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Zat ini dapat
menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi dan maag apabila dikonsumsi
terlalu banyak. Hal ini dikarenakan kandungan natrium yang ada di dalam bumbu
memiliki sifat menetralkan lambung, sehingga menyebabkan lambung akan
mensekresi asam dalam jumlah yang besar sehingga mie instan tadi dapat dicerna
dengan baik. Namun, karena terlalu banyak kandungan natrium yang keluar, kadar
asam lambung akan mengalami peningkatan, sehingga dengan meningkatnya kadar
asam lambung ini, akan terjadi pengikisan pada dinding lambung. Kondisi inilah yang
akan mengakibatkan tekanan darah dalam tubuh naik atau meningkat.
Terlalu
banyak makan mie instan tanpa diimbangi makanan berserat akan berpotensi
mengalami gangguan kesehatan. Hal itu dikarenakan mie mengandung karbohidrat
sederhana, lemak, dan kadar natrium tinggi. Misalnya, dapat menyebabkan obesitas,
kenaikan kadar gula darah, kenaikan tensi tubuh dan lain-lain (Juniarta
Alidjaja, 2007).
Sering Minum
Kopi
Kandungan
Kopi bersifat mencandu karena terdapat zat kafein, dimana mempengaruhi sistem kardiovaskular
seperti peningkatan detak jantung dan tekanan darah. Dampak ini terjadi ketika
mengonsumsi kopi secara berlebihan. Meminum kopi dengan intensitas yang cukup
tinggi, akan menyebabkan jantung berdebar-debar, sulit tidur, kepala pusing dan
gangguan lainnya.
Kecanduan
gadget
Hasil kajian para ahli di Harvard menunjukkan bahwa orang yang terlalu banyak menonton televisi atau menatap layar gadget berisiko lebih besar untuk penyakit diabetes dan jantung. Pancaran
gelombang yang dilepaskan gadget juga mengacaukan irama sirkadian (irama
kehidupan) tubuh, sehingga membuat seseorang susah tidur.
Jarang Olahraga
Banyak
hal yang terjadi ketika seseorang jarang berolahraga. Malas berolahraga
menyebabkan mudah capek, sulit tidur, menurunkan energi dalam tubuh, menurunkan
imunitas dan daya tubuh seseorang. Seseorang yang jarang berolahraga akan rawan
terkena penyakit.
Jarang berolahraga
dapat menyebabkan mudah lelah, sulit tidur, menurunkan energi dalam tubuh,
menurunkan imunitas dan daya tubuh seseorang. Penyakit akan mudah menyerang
ketika daya tahan tubuh lemah.
Menurut
Prof. Ulf Ekelund “Risiko terbesar (kematian dini) terjadi pada kelompok yang
jarang bergerak, kelebihan berat badan dan kegemukan”.
Dua
puluh persen penyebab kematian orang dewasa adalah karena kurang olahraga yang merupakan
dampak jangka panjang dari jarang berolahraga (Penelitian Universitas
Hongkong, 2004).
Pendapat
di atas didukung oleh kutipan dari laman boldksy.com yang mengatakan bahwa ketika
tubuh malas berolahraga dan jarang bergerak, penyakit mematikan akan menyerang
tubuh baik cepat maupun lambat. Beberapa penyakit mematikan yang sering mengintai
orang-orang yang malas olahraga antara lain diabetes, gangguan jantung, stroke,
obesitas, atrofi otot, osteoporosis, hipertensi, insomnia hingga kanker.
Merokok
Levy (1984) menyatakan
bahwa perilaku merokok adalah sesuatu yang dilakukan seseorang berupa membakar
dan menghisapnya serta dapat menimbulkan asap yang akhirnya terhisap oleh orang-orang
di sekitarnya. Sedangkan menurut Poerwadarminta (1995) mendefinisikan merokok
sebagai kegiatan menghisap rokok, dan rokok sendiri adalah gulungan tembakau
yang dibalut daun nipah atau kertas.
Gaya
hidup merokok sangat populer di Indonesia, walaupun sudah ada aturan dan peringatan
keras terkait merokok, rata-rata masyarakat Indonesia tak bisa lepas dari gaya
hidup mematikan ini. “Merokok Membunuhmu” tak mampu mengetuk hati para pecandu
rokok. Selain mengandung zat adiktif yang menyebabkan ketergantungan, rokok
juga memiliki banyak dampak negatif. Dampak negatif yang ditimbulkan adalah
penyakit, seperti rambut rontok, katarak, masalah pendengaran, osteoporosis,
karies, emfisema (kerusakan kantung udara paru-paru), kanker paru-paru dan
kanker payudara. Sangat jelas bahwa gaya hidup dengan merokok adalah gaya hidup
menanti kematian.
Akibat Gaya Hidup Tidak Sehat
Akibat
yang ditimbulkan dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang tidak sehat, kemudain
berujung pada gaya hidup tidak sehat. Gaya hidup tidak sehat tentu gaya hidup
yang membawa pada kematian. Mengakibatkan kerugian kesehatan seperti timbulnya
penyakit, badan lemas dan tidak bergairah, sulit beradaptasi dengan lingkungan
sosial serta dapat menyebabkan kematian mendadak.
Simpulan
Mulai
meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk dan menjalani gaya hidup sehat adalah
satu-satunya solusi untuk menghadapi berbagai masalah kesehatan. Ketika mampu
menerapkan gaya hidup sehat, angka kematian di Indonesia akan sedikit
berkurang. Setiap orang pasti mempunyai impian yang tinggi dan ingin diraih, maka
dari itu, setiap orang harus mampu membiasakan diri hidup sehat, salah satunya tidak
berteman dengan gaya hidup menuju kematian.
DAFTAR PUSTAKA
9TrendingTopic. (2015, Mei). Diakses pada 15 Oktober, 2017, dari
Ini
Bahaya yang Tidak Kamu Sadari Karena Sering Bangun Siang:
https://9trendingtopic.blogspot.com/2015/05/ini-bahaya-yang-tidak-kamu-sadari.html
Bcc Indonesia. (2015, Januari
15). Diakses pada 16 Oktober, 2017, dari Kurang gerak
lebih bahaya ketimbang obesitas:
http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/01/150115_majalah_kurang_olahraga
Guesehat.com. (2016, Juli
18). Diakses pada 15 Oktober, 2017, dari 5 Efek Negatif
Bangun Siang: https://www.guesehat.com/5-dampak-negatif-bangun-siang
PalapaNews. (2017 , Januari
5). Diakses pada 16 Oktober, 2017, dari Bahaya, ini
efeknya kalau tak pernah olahraga:
https://palapanews.com/2017/01/05/bahaya-ini-efeknya-kalau-tak-pernah-olahraga/
Alhawary, I.
(n.d.). Diakses pada 17 Oktober, 2017, dari Pengertian,
Manfaat, Bahaya serta Hukum Rokok dalam Perspektif Islam:
http://www.academia.edu/9629031/Pengertian_Manfaat_Bahaya_serta_Hukum_Rokok_dalam_Perspektif_Islam
Ana. (2015, Maret
2). Halosehat. Diakses pada 15 Oktober, 2017, dari 21 Gaya Hidup
Tidak Sehat Kematian Menanti, Hindarilah!:
https://halosehat.com/gaya-hidup/gaya-hidup-buruk/21-gaya-hidup-tidak-sehat-kematian-menanti-hindarilah
Anna, L. K.
(2017, Juni 19). Kompas.com. Diakses
pada
15 Oktober 2017, dari Pentingnya Gaya Hidup Sehat Belum Disadari:
http://lifestyle.kompas.com/read/2017/06/19/171500820/pentingnya.gaya.hidup.sehat.belum.disadari
Anna, L. K.
(2017, September 27). Kompas.com. Diakses pada 15 Oktober, 2017, dari Ubah Gaya Hidup
Tidak Sehat Ini Sebelum Usia 40 Tahun:
http://lifestyle.kompas.com/read/2017/09/27/082810620/ubah-gaya-hidup-tidak-sehat-ini-sebelum-usia-40-tahun
dr.Michael.
(2015, September 25). Petunjuk Sehat. Diakses pada 17 Oktober, 2017, dari Olahraga Itu
Penting: https://petunjuksehat.com/olahraga-itu-penting/
Dwikara, R.
(2013, Agustus). Habluez. Diakses
pada
15 Oktober, 2017, dari Pentingnya Gaya
Hidup Sehat Bagi Tubuh Anda:
http://habluez.blogspot.co.id/2013/08/pentingnya-gaya-hidup-sehat-bagi-tubuh.html
Fachritiar.
(2010, November 3). Diakses pada 15 Oktober, 2017, dari Pengertian Gaya
Hidup: https://fachritiar.wordpress.com/tag/pengertian-gaya-hidup/
Ghozali, N. A.
(2012, November 30). Gaya Hidup Sehat. Diakses pada 15 Oktober, 2017, dari Contoh Kebiasaan
Hidup yang Tidak Sehat:
http://kesehatanpentingdijaga.blogspot.co.id/2012/11/contoh-kebiasaan-hidup-yang-tidak-sehat.html
Indriana, N.
(2015, Juni). Diakses pada 15 Oktober, 2017, dari Merokok Membunuhmu:
http://nikenindriana106.blogspot.co.id/2015/06/merokok-membunuhmu.html
Irawan, H. (2007,
Juli 19). Diakses pada 15 Oktober, 2017, dari Efek Mi Instan
bagi Kesehatan: https://hendyirawan.com/efek-mi-instan-bagi-kesehatan/
Meliala, D.
(2012, Februari 24). Diakses pada 15 Oktober, 2017, dari Fakta Tentang
Begadang:
http://dedymeliala.blogspot.co.id/2012/02/fakta-tentang-begadang.html
Pramedia. (2017).
Doktersehat. Diakses pada 15 Oktober, 2017, dari Efek Buruk Makan Mie Instan Setiap Hari:
http://doktersehat.com/efek-buruk-makan-mie-instan-setiap-hari/
Priherdityo, E.
(2016, September 9). CNN Indonesia. Diakses pada 15 Oktober, 2017, dari Survei:
Masyarakat Indonesia Mulai Sadar Makanan Sehat:
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160909050532-255-157172/survei-masyarakat-indonesia-mulai-sadar-makanan-sehat/
Sasongko, A.
(2015, Mei 20). LEISURE . Diakses pada 15 Oktober, 2017, dari Survei: 50
Persen Pekerja Abaikan Gaya Hidup Sehat:
http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/15/05/20/nolxuk-survei-50-persen-pekerja-abaikan-gaya-hidup-sehat
Komentar
Posting Komentar